Login

Lupa password?

December 2016

SunMonTueWedThuFriSat
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Calendar Calendar

Latest topics

» INFOTEK: Pesawat Mampu Terbang Non-Stop
2011-10-01, 14:38 by Achmad Firwany

» FISIKA: Penemuan Partikel Lebih Cepat daripada Cahaya
2011-10-01, 14:30 by Achmad Firwany

» FISIKA: Memahami Kedudukan Fisika Kuantum
2011-10-01, 14:26 by Achmad Firwany

» FISIKA: Konversi dan Konservasi Energi
2011-10-01, 14:15 by Achmad Firwany

» BUKU: Amazing Baitullah
2011-09-15, 10:20 by Admin

» BIZ: Jadilah Orang Kaya! Bukan Orang Miskin!
2011-01-12, 08:12 by Achmad Firwany

» PLANETOS: Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi
2011-01-11, 14:54 by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Target Sains 2011: Temukan 'Partikel Tuhan'
2011-01-11, 14:44 by Achmad Firwany

» PLANETOS: Jumlah Planet di Tata Surya Akan Berkurang
2011-01-11, 14:40 by Achmad Firwany

» ASTROS: R136a1 - Bintang Terbesar SejagatRaya
2011-01-11, 14:37 by Achmad Firwany

» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
2011-01-11, 14:32 by Achmad Firwany

» PLANETOS: Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi
2011-01-11, 14:32 by Achmad Firwany

» ESAI: Antara si Kaya dan si Miskin
2011-01-11, 14:25 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian
2011-01-11, 14:19 by Achmad Firwany

» MATH: Prefiks Metrik Vs Digital
2011-01-10, 15:06 by Achmad Firwany

» BIOFISIKA: Spektrum Frekuensi Gelombang Otak Manusia
2011-01-10, 12:36 by Achmad Firwany

» HELIOS: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi
2011-01-10, 11:14 by Achmad Firwany

» IPTEK: Amerika Bangun Megaproyek Matahari Buatan
2011-01-10, 11:09 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?
2011-01-10, 11:03 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi
2011-01-10, 10:58 by Achmad Firwany

» UCAPAN: Selamat Tahun Baru
2010-12-28, 11:19 by Admin

» KOSMOS: Alam Semesta Berkembang dari Cairan
2010-12-28, 10:48 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Sungguh Melas Stephen Hawking ...
2010-09-07, 09:13 by Agus Haryo Sudarmojo

» UCAPAN: Selamat 'Iydul Fithri - Mohon Ma'af Lahir dan Bathin
2010-09-07, 07:20 by Admin

» LEBARAN: Yang Tak Puasa Tak Usah Lebaran!!!
2010-09-03, 13:12 by Achmad Firwany

» INFO: Kerja Sama AXIS dan PT Pos Indonesia (Persero) untuk Cerdaskan Umat
2010-08-31, 23:32 by com19-axis

» BEDAH BUKU: Perjalanan Akbar Ras Adam
2010-08-31, 23:13 by Admin

» ESAI: Negara Manakah Terkaya di Dunia?
2010-08-31, 22:49 by Admin

» KOSMOS: Astronom Amatir Abadikan Hantaman Benda Asing Terhadap Jupiter
2010-08-27, 01:52 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain
2010-08-27, 01:28 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
2010-07-18, 11:53 by Achmad Firwany

» KOSMO: Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan
2010-06-15, 18:25 by Achmad Firwany

» MISTERI: Patung Berusia 200.000 Tahun Ditemukan Di Bulan!
2010-06-11, 21:35 by Achmad Firwany

» FAKTA: Penemuan BawahLaut Koreksi Waktu Islam Masuk ke Nusantara
2010-06-01, 14:42 by Achmad Firwany

» IPTEK: Peneliti Kembangkan Sel Hidup Sintetis. Android dan Cyborg Akan Jadi Kenyataan!
2010-06-01, 14:34 by Achmad Firwany

» INFONET: Orang Pakistan Ciptakan FaceBook Muslim
2010-06-01, 14:20 by Achmad Firwany

» PARTIKEL: Mencari Partikel Antimateri Hingga Antariksa
2010-05-01, 09:21 by Achmad Firwany

» METEOR: Ledakan Meteorit Langka dan Acak
2010-05-01, 08:34 by Admin

» PROMO: AXIS Salam Komunitas 19: Kartu PonSel Islami. Gratis Tawshiah Selamanya ...
2010-05-01, 08:02 by com19-axis

» INFOTEK: Terapkan 42 Mbps, Indonesia Terdepan di Asia
2010-04-28, 04:03 by Admin

» INFOTEK: Eropa Bangun Teleskop Terbesar Dunia di Chile
2010-04-28, 03:43 by Admin

» BEDAH BUKU: Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al Qur`an
2010-04-26, 14:53 by Admin

» ASTRO: Foto Pertama Mikroskop Matahari
2010-04-23, 18:08 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Kita Senantiasa Berpindah dalam Ruang dan Waktu
2010-04-23, 17:39 by Achmad Firwany

» ASTRO: Kerumitan Perhitungan Saat: Hari - Bulan - Tahun
2010-04-23, 17:29 by Achmad Firwany

» SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!
2010-04-20, 09:01 by Achmad Firwany

» FISIKA: MATERIAL: Logam Makin Keras dan Lentur
2010-04-19, 17:54 by Admin

» ASTRO: Bintang Neutron, Supernova dan Lubang Hitam
2010-04-19, 09:43 by Admin

» KOSMOS: Rahasia Kosmik Sang Air: Fenomena Natural dan SupraNatural
2010-04-19, 05:10 by Achmad Firwany

» EPILOG: Kekaguman Dunia Terhadap Islam
2010-04-08, 12:43 by Admin

» EPILOG: What Did Charles Darwin Say?
2010-04-08, 08:46 by Admin

» EPILOG: The Physics Philosophy
2010-04-08, 08:11 by Admin

» KOSMOS: Sebelas Planet dalam Tata Surya Kita?
2010-03-21, 01:14 by Achmad Firwany

» SAINS: Penjelasan IpTek Tentang Isue HuruHara 2012
2010-03-21, 00:38 by Achmad Firwany

» SAINS: LAPAN: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
2010-03-20, 22:36 by Achmad Firwany

» SAINS: Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
2010-03-20, 22:32 by Achmad Firwany

» TESQ: Dinding Antara Dua Laut di Giblatar dan Sungai BawahLaut di Meksiko
2010-03-20, 07:53 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Gerombolan Bintang Asing Invasi Bima Sakti
2010-03-06, 15:23 by Achmad Firwany

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
2010-02-22, 08:31 by Admin

» IPTEK: Blue-Green Algae Penyumbang O2 di Planet Bumi Sejak 3,8-3,5 Milyar Tahun Lalu
2010-02-09, 13:28 by Agus Haryo Sudarmojo

» IPTEk: Andai Komet Tak Pernah Menumbuk Bumi
2010-02-09, 13:13 by Agus Haryo Sudarmojo

» IPTEK: KOSMOS: Hipotesis Gaia: Bumi Yang Hidup Dan Bernafas
2009-12-03, 15:52 by Achmad Firwany

» IPTEK: KOSMOS: 10 Fakta dan Bantahan Keberadaan Alien
2009-12-03, 15:20 by Achmad Firwany

» IPTEK: KOSMOS: Pelacakan Ledakan Bintang Raksasa SuperNova
2009-12-03, 14:58 by Achmad Firwany

» IBADAH: Bila Hari Raya Hari Jum'at
2009-11-27, 09:14 by Admin

» UCAPAN: Selamat 'Iydul `Ádhá ... Hari Raya Qurbán
2009-11-26, 16:08 by Admin

» IPTEK: Biang Gempa-Bumi dan Tsunami
2009-10-31, 02:53 by Achmad Firwany

» ESAI: Orang "Bodoh" VS Orang Pintar
2009-10-28, 04:14 by Achmad Firwany

» DZIKIR: Muslim? Segera Dirikan Sholat. Waktu Tiba. Allah Tunggu Laporan Anda!!!
2009-10-14, 12:20 by Achmad Firwany

» IPTEK: Ucapkanlah AlHamduLillah Bila Gempa Bumi atau Gunung Meletus
2009-10-14, 09:31 by Agus Haryo Sudarmojo

» LENSA; Al Qur`an dan Bilangan 19
2009-10-12, 06:51 by Admin

» LENSA: Dibalik Kemerdekaan RI: 17 Agustus 1945
2009-09-26, 18:14 by Achmad Firwany

» INFOTEK: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
2009-09-26, 17:06 by Admin

» INFOTEK: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
2009-09-26, 16:34 by Admin

» KULTUM: FITHR dan FITHRAH. Apa Ma'na Sebenarnya?
2009-09-26, 09:35 by Achmad Firwany

» KULTUM: SHILATURRAHIMI: Kenapa? Untuk Apa? Bagaimana?
2009-09-25, 16:41 by Achmad Firwany

» INFO: Lebaran 1 Syawal 1430 H = 20 September 2009 M
2009-09-16, 17:34 by Admin

» NETLINK: Belajar Bahasa Al Qur`an: Lafzhiyah dan Harfiyah via Internet
2009-09-05, 09:12 by Admin

» KOSMOS : Jumlah Bintang vs Jumlah Butiran Pasir
2009-08-31, 23:27 by Agus Haryo Sudarmojo

» LENSA: Wujud Nyata Toleransi Antar Umat Beragama
2009-08-28, 06:31 by Achmad Firwany

» NETLINK: Belajar Bahasa Arab Bertaraf Internasional
2009-08-28, 02:46 by Achmad Firwany

» NETLINK: Menerjemahkan Al Qur`an dengan Cara Menghitung Huruf
2009-08-28, 02:41 by Achmad Firwany

» NETLINK: Ensiklopedia Mukjizat AlQuran dan Hadits
2009-08-28, 02:29 by Achmad Firwany

» ARTIKEL: Uji Teks Al Qur`an VS Al Kitab
2009-08-26, 05:54 by Admin

» PUASA: Jadwal Sholat dan Imsyak Ramadhan Seluruh Wilayah Indonesia
2009-08-23, 04:40 by Admin

» IT: NEWS: Microsoft Gandeng Nokia
2009-08-14, 18:13 by Admin

» IT: NEWS: Microsoft dan Yahoo Bersama Saingi Google
2009-08-11, 05:09 by Admin

» IPTEK: NEWS: BPPT Luncurkan Penerjemah OnLine 9 Bahasa
2009-08-11, 04:53 by Admin

» IPTEK: NEWS: LAPAN Resmikan Perpustakaan OnLine dan Komunitas Antariksa
2009-08-11, 04:36 by Admin

» IPTEK: Warna. Properti dan Atribut
2009-08-06, 11:52 by Admin

Statistics

Total 419 kiriman artikel dari user in 138 subjects

Total 30 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah laramli16

User Yang Sedang Online

Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 27 pada 2010-12-06, 18:16

Milis


Untuk yang sudah bergabung



klik ikon diatas ini untuk
melihat pesan e-mail terakhir!



Untuk yang belum bergabung



klik ikon diatas ini untuk
menjadi anggota milis.

Internet Banking


    SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Share

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 22:48

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [1]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    Sistem kalender Sumeria, Mesopotamia dan Babilonia merupakan sistem kalender tertua di dunia, merupakan sistem kalender qamariyah yang menetapkan 1 tahun qamariyah = 12 bulan qamariyah = 354 hari qamariyah, dimana 1 bulan qamariyah = 30 atau 29 hari berselingan, disebut qamrun atau lunasi (lunation), sehingga 6 x 30 + 6 x 29 = 354 hari. Perhitungan pergantian hari dan bulan dimulai pada petang atau awal malam hari ketika mentari terbenam dan bulan terbit.

    Ketika bangsa timur-tengah mengenal sistem kalender syamsiyah dari orang Mesir, mereka mengkorelasikan kedua sistem sehingga terbentuk sistem kalender gabungan qamariyah dan syamsiyah (lunar - solar > lunisolar).

    Bani Israel, bangsa Yahudi (Jew) dan Ibrani (Hebrew) tampak tak begitu tertarik atau merasa berkepentingan dengan masalah astronomik dan sistem penanggalan. Mereka mengadopsi sistem kalender gabungan qamariyah - syamsiyah dari Babilonia dan Mesopotamia, yang mana merupakan perpaduan sistem kalendar Sumeria dan Mesir kuno.


    KALENDER MESIR KUNO

    Tak jauh dari wilayah lembah sungai Tigris dan Euphrates, yaitu di wilayah lembah sungai Nil, pada waktu yang hampir bersamaan, diperkirakan 10000 SM atau 7000 SM, telah berkembang sistem kalender syamsiyah yang dikukuhkan pada zaman Mesir kuno. Pelopor perhitungan kalender syamsiyah adalah pada fir'aun di zaman mesir kuno, yang mengagungkan adanya Mentu sebagai dewa penguasa mentari. Diperkirakan bangsa mesir kuno telah mengenal sistem kalender lama sebelum masa jaya para fir'aun, mungkin jauh sebelum 6000 M atau 5000 SM. Berdasarkan penelitian dan perhitungan James Henry Breasted seorang arkeolog Ameika, Sistem kalender Mesir kuno kemungkina mulai diadopsi di kefira'unan pada 4236 SM.

    Sistem kalender Mesir kuno menetapkan 1 tahun syamsiyah = 12 bulan syamsiyah = 360 hari syamsiyah, dimana 1 bulan = 30 hari. Pada zaman kebangkitan disnati pertama fir'aun (4000 -3000 SM), dimana Menes (+3500 SM) mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir dengan ibukota Memphis dan membangun mastaba atau prapiramida, kalender ini dikoreksi menjadi 1 tahun = 12 bulan + 5 hari = 365 hari, dengan 5 hari tambahan per tahun diberi nama tersendiri, dan 1 tahun dibagi atas 3 catur-wulan atau kwartal, memasing untuk musim banjir atau musim dingin, musim tenang masa peralihan, dan musim panen atau musim panas. Tahun baru ditetapkan bertepatan dengan luapan banjir tahunan sungai Nil yang selalu bertepatan dengan hari pertama penampakan bintang Sothis (bintang doggy, Sirius) di ufuk pada dinihari, yang merupakan bintang paling terang tampak dari bumi.

    Kalender Mesir kuno ini terdahulu sekitar 0,25 hari per tahun, karena sebenarnya 1 tahun syamsiyah mendekati 265,25 hari, sehingga tiap 4 tahun keterlambatan menjadi kumulatif mendekati 1 hari, yang ditandai oleh keterlambatan mulai banjir dan kemunculan Sothis di ufuk. Sehingga diperlukan 1 hari libur tahun baru menjelang awal tahun berikutnya. Siklus 4 tahun = 1.460 hari ini dinamakan siklus Sothik atau periode Sothik (Sothic cycle, Sothic period), dan 1 tahun = 365 hari disebut sebagai tahun samar (vague year). Sistem kalender ini terus digunakan sampai Mesir dikuasai oleh pangeran Thebes dan ibukota dipindahkan ke Thebes oleh pangeran Thebes yang bergelar fir'aun Mentu-Hotep (2050-2000 SM).

    Kalender Mesir kuno melalui batu-bertulis atau prasasti (tablet) mencatat dengan jelas tahun tahun pemerintahan para fir'aun dan informasi kedatangan para nabi ke Mesir. Pembangunan mastaba atau prapiramid berlangsung dalam dinasti ke1 dan ke-2 (4000-2750 SM). Sedangkan pembangunan piramid bertingkat berlangsung dalam dinasti ke3 (2750-2600 SM), piramid-bungkuk dalam dinasti ke4 (2600-2500 SM). Pembangunan piramid mencapai puncak kesempurnaan sebagai piramid rata dalam dinasti ke4 (2500-2400 SM), dimana tiga piramid besar didirikan di Gizeh (Giza), memasing untuk fir'aun Khufu (Cheops) (2591-2568 SM), Khafre (Chefren) (2557-2526 SM) dan Menkaura (Myscerinus) (2556-2508 SM). Pembangunan piramid mengecil dalam dinasti ke5 (2500-2400 SM) dan mulai ditinggalkan dalam dinasti ke6 (2400-2300) yang menandai akhir periode kefir'aunan awal, dimana terjadi perang saudara karena keturunan para fir'aun berebut kekuasaan, sehingga kefir'aunan direbut oleh pangeran Thebes.

    Fir'aun Ammen-Em-Het I (1995-1996) tercatat sebagai putera nabi Luth, keturunan Ben- Ammi. Keluarga nabi Yakub putera nabi Ishak putera nabi Ibrahim pindah ke Mesir diperkirakan sekitar (1500-1400 SM). Ketika nabi Yusuf memerintah di Mesir, tercatat adanya fir'aun yang bergelar Ankh-N-'Aton alias Ammen-Hotep IV (1375-1358 SM) putera angkat Ammen-Hotep III, dengan permaisuri ratu Nefretiti. Fir'aun ini membangun kota Ankh Et-'Aton (Tel El-Amara) dan mengadakan pembaharuan global sistem pemerintahan yang mencakup bidang agama, sosial, politik, hukum, ekonomi, seni dan budaya, dimana ia mencetuskan faham monotheisme atau satu tuhan tunggal, sehingga ia tercatat sebagai fir'aun yang dinyatakan khianat dan murtad oleh para pendeta pada masanya. Ketika fir'aun Touth- Ankh-Ammen berkuasa (1358-1350 SM) sesudahnya, faham ketuhanan dikembalikan ke politheisme yang menganut kepercayaan dewa-dewi, yang diteruskan hingga fir'aun Horus-Em-Oheb (Horemheb) (1350-1315 SM), Ra-Em-Seth (Raemeses) I (1315-1313 SM) dan Ra-Em-Seth II (1292-1225 SM) yang menuhankan dirinya dan memperbudak bani Israel untuk membangun berbagai kuil secara besar-besaran, pada zaman mana nabi Musa (Moses) kemudian membebaskan bani Israil melalui eksodus (exodus) dari Thebes ke Kana'a dan membimbing mereka kembali satu tuhan tunggal (1260-1225 SM). Berkaitan dengan ini itu tercatat dalam sejarah bani Israel, Saul membangun kerajaan Israel (1020-1004), dan kemudian nabi Daud (David) menjadi raja (1004-0965 SM) dan nabi Sulayman (Solomon) bertakhta (0965-0926 SM).

    Ketika Mesir diserang dan ditaklukan oleh Iskandar DZuw `al Qarnayn (Empunya DuaTanduk) atau Iskandar Sang-Agung (Alexander The-Great) dari Macedonia (0336-0332 SM), yang juga menaklukan Palestina (0332 SM) ibukota Mesir dipindahkan ke kota Iskandariah (Alexandria), dan dimulai dinasti Ptolemius oleh Soter seorang jenderal Iskandar dengan gelar Ptolemius I (0306-0283 SM). Ketika Euergetes I alias Ptolemius III berkuasa (0246-0221 SM), pada 0238 SM, ia mengusulkan perbaikan perhitungan hari sistem kalender Mesir kuno, dengan cara menambahkan 1 hari tambahan tiap 4 tahun, sehingga siklus Sothik menjadi 1.461 hari. Satu hari ini disebut sebagai hari Festival Dewa-Dewi. Tapi ketika kejayaan dinasti Ptolemius runtuh setelah Ptolemius XII alias Cleoptara VII (0047-0030 SM), dan Mesir ditaklukan oleh Romawi (0030 SM), bangsa Mesir kembali menerapkan sistem kalender tahun samar, dan meninggalkan konsep Ptolemeus III yang dikenal sebagai dekrit Kanopus (Decree Of Canopus).


    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 22:49

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [2]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    KALENDER YUNANI KUNO

    Peradaban Yunani kuno baru bangkit antara 3000-2000 SM. Sehingga dapat dikatakan bangsa Yunani kuno menggunakan sistem kalender qamariyah yang berasal dari Sumeria, dan kemudian juga menerapkan sistem kalender gabungan qamariyah - syamsiyah, sebagaimana halnya yang terjadi di Mesopotamia dan Babilonia. Orang yunani menggunakan satuan hari tersendiri, dimana 1 tahun = 12 bulan = 6 bulan panjang + 6 bulan pendek = 35 dekade + 4 hari = 354 hari. 1 bulan panjang = 3 dekade = 30 hari dan 1 bulan pendek = 2 dekade + 9 hari, dimana 1 dekade = 10 hari.

    Sebagaimana telah diuraikan diatas, tahun syamsiyah lebih lama daripada tahun qamariyah dengan beda : 365 - 354 = 11 hari. Satu tahun syamsiyah = 365 / 354 = 1,031.073.446.333 atau mendekati 1,031.1 tahun qamariyah. Sedangkan satu tahun qamariyah = 354 / 365 = 0,969.863.013.699 atau mendekati 0.969.9 tahun syamsiyah.

    Berdasarkan dua hubungan ini, suatu sistem kalender ganda telah dikembangkan untuk menggabung sistem kalender qamariyah dan sistem kalender syamsiyah, dengan cara mempertemukan hubungan periodik kedua sistem. Salah satu solusi adalah yang disebut siklus triad yang terdiri dari 37 bulan qamariyah, dengan cara interkalasi (intercalation) menambahkan dan menyisipkan 1 bulan qamariyah khusus per tiga tahun qamariyah, sehingga 3 tahun qamariyah + 1 bulan = 3 tahun syamsiyah, atau 2 x 354 + 1 x 355 + 1 x 32 = 3 x 365 = 1.095 hari.

    Menjelang 1000 SM, Yunani mengalami masa kebangkitan para filsuf, matematikan, fisikawan dan astronomer. Sekitar 0500 SM, para ilmuwan Yunani memperbaiki siklus ini dengan siklus alternatif yang disebut siklus windu atau oktennial yang terdiri dari 99 bulan qamariyah, dengan cara menambahkan 3 bulan qamariyah per 8 tahun qamariyah, sehingga 8 tahun qamariyah + 3 bulan = 8 tahun syamsiyah, atau 5 x 354 + 3 x 355 + 3 x 29 = 6 x 365 + 2 x 366 = 2.922 hari.

    Pada 0433 SM, Meton seorang astronomer Yunani dari Athena, mempublikasikan perbaikan siklus oktennial ke siklus alternatif lain yang lebih mendekati presisi, yang disebut siklus metonik yang terdiri dari 235 bulan qamariyah, dengan cara menambahkan 7 bulan qamariyah dalam 19 tahun qamariyah, sehingga 19 tahun qamariyah + 7 bulan = 19 tahun syamsiyah, atau 12 x 354 + 7 x 355 + 3 x 30 + 4 x 29 = 15 x 365 + 4 x 366 = 6.939 hari. Kemudian, pada 0130 SM, Hipparchus astronomer Yunani, berhasil menghitung bahwa 1 tahun syamsiyah rerata tak persis 365,25 hari, tapi sedikit kurang daripada itu, antara 365,25 dan 365,24 hari. Meski demikian, sambpai berabad lamanya koreksi penemuan Meton dan Hipparchus ini tak diterapkan dalam sistem kalender ganda Yunani yang terus menggunakan siklus windu. Pada 0380 SM, siklus metonik justru diadopsi oleh sistem kalender ganda Timur-Tengah yang telah meluas digunakan di Persia hingga Turki.

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 22:51

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [3]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    KALENDER ROMAWI

    Bangsa Romawi baru bangkit menjelang tahun 1000 SM, dimana kota Roma baru dibangun pada 0663 SM. Sebelum zaman kekaisaran Roma, yang dirintis oleh Caius Julius Caesar (0100-0044 SM) dan Agustus Caesar (0065 SM - 0014 M) sebagai kaisar pertama, mereka menggunakan kalender qamariyah. Sistem kalender Romawi kuno menetapkan 1 tahun = 10 bulan = 295 hari, dimana 1 bulan = 30 atau 29 hari berselingan. Sehingga 1 tahun = 6 x 30 + 6 x 29 = 295 hari.

    Nama bulan disebut sesuai urutannya dan bilangan harinya adalah: (1) UnoBer,(2) DuoBer, (3) TrioBer, (4) QuattroBer, (5) QuintemBer atau Quintilis, (6) SextemBer atau Sextilis, (7) SeptemBer, (8) OctoBer, (9) NovemBer, (10) DecemBer, dimana Umber dalam bahasa latin berarti bulan. Orang romawi juga menamakan bulan dengan nama dewa-dewi, seperti Martius (Mars, March) untuk UnoBer, Aprilis (Aprerire, April) untuk DuoBer, Maius (Maya, May) untuk TrioBer, Junius (Juno, Juvenis, June) untuk QuattroBer. Dengan demikian tahun baru jatuh pada tanggal 1 Maret.

    Pada 0321 SM, Kaisar Constantine menetapkan 7 hari seminggu dalam kalender Romawi, berdasarkan 7 fase siklus bulan. Nama hari diambil dari 7 nama benda langit yang telah dikenal pada masa itu: bintang, planet, dan bulan. Nama nama benda langit tersebut adalah: Mentari, Bulan, Mars, Merkurius, Yupiter, Venus, dan Saturnus. Sehingga hari berurutan dinamakan: Dies-Solis (Sun's-Day, SunDay), Dies-Lunae (Moon's-Day, MonDay), Dies- Martis (Tiw's-Day, TuesDay), Dies-Mercuriy (Woden's-Day, WednesDay), Dies-Jovis (Thor's- Day, ThursDay), Dies-Veneris (Frigg's-Day, FriDay), Dies-Saturni (Saterne's-Day, SaturDay).

    Orang romawi mempunyai sebutan tersendiri atas tanggal tertentu. Tanggal 1 disebut Calends, tanggal 5 disebut None, tanggal 13 disebut Ides. Sehari sebelum suatu tanggal disebut Eve, sehingga tanggal 4 disebut Eve None dan tanggal 12 disebut Eve Ides. Jadi istilah Kalender (Calendar) berasal dari sini.

    Baru pada masa pemerintahan Numa Pompilius, pada 0700 SM, setelah di bangunya kota Roma, diadakan perubahan tahun Romawi, dimana 1 tahun = 12 bulan = 355 hari, dimana 1 bulan = 28, 29, atau 31 hari. 4 bulan diantaranya terdiri dari 31 hari, 7 bulan lainnya 29 hari, dan 1 bulan sisanya 28 hari. Mereka menyisipkan 1 bulan tambahan atau bulan ke13 yang disebut Mercedonius dalam tiap beberapa tahun untuk menyesuaikan perhitungan kalender dan posisi bulan.

    Dengan demikian sistem baru tahun Romawi menjadi (1) Martius 31 hari, (2) Aprilis 30, (3) Mayus 31, (4) Junius 30, (5) QuintemBer 31, (6) SextemBer 31, (7) SeptemBer 30, (8) OctoBer 31, (9) NovemBer 30, (10) DecemBer 31, dan 2 bulan tambahan adalah (11) UnoDecemBer atau Januarius (Janus, January) 31 hari, dan (12) DuoDecemBer atau Februarius (Februalia, February) 28 hari. Tahun baru jatuh pada 1 Maret, dan saat berdirinya kota Roma dinyatakan sebagai tahun 0001 Romawi relatif. Namun kalender Romawi ini akhirnya mengalami perombakan besar pada masa Caius Julius Caesar (0100-0044 SM) yang mengadopsi sistem kalender syamsiyah Mesir kuno, sehingga dihasilkan sistem kalender Julian yang dimulai dengan tahun 0001 Julian. Perombakan ini akan dibahas dibawah lebih lanjut.

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 22:53

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [4]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    KALENDER INDIAN MAYA

    Di Amerika, pelopor perhitungan kalender syamsiyah adalah bangsa Indian, suku Maya dan Aztec, yang mendiami daerah Meksiko sekarang. Suatu prasasti kalender Aztec ditemukan dalam penggalian di Plaza Mayor, lapangan utama di Kota Meksiko pada Desember 1730.

    Berdasarkan penelitian dan perhitungan Sylvanus Griswold Morley seorang arkeologis Amerika, sistem kalender Maya tersebut diadopsi sekitar 0580 SM. Sistem kalender Astec menetapkan 1 tahun = 18 bulan + 5 hari = 365 hari, dimana 1 bulan = 20 hari, dan 5 hari tambahan per tahun diberi nama tersendiri. Rangkum waktu 20 hari sebulan disebut unial, 18 bulan setahun dinamakan tun, dan 20 tahun dinamakan katun. Orang Maya menghitung hari kalender mulai dari 0, bukan 1. Disamping itu Maya memiliki ukuran kurun waktu religius yang disebut tzolkin = 13 bulan = 260 hari.

    Bilangan tahun mentari dan tahun religius, yaitu tun dan tzolkin disiklus secara serentak dan paralel 52 kali hingga bertemu kembali pada satu hari sama. Dengan satuan ini mereka mereka mencatat persamaan matematik 52 x 365 = 73 x 260 hari atau 52 tun = 1 tzolkin.

    Bangsa Indian tak meninggalkan sistem kalender syamsiyah yang mengarah ke sistem yang kita gunakan sekarang, tapi mewariskan prasasti yang menunjukan kemampuan kalkulasi matematika dan astronomi yang sangat tinggi pada masa itu, yang mana telah mampu memprediksikan gerhana mentari dan bulan selama berabad lamanya.

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 22:55

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [5]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    KALENDER CINA DAN JEPANG

    Peradaban manusia di Cina muncul tak lama setelah perkembangan peradaban di Timur- Tengah. Diperkirakan antara 5000-4000 SM. Bangsa cina ternyata mengadopsi sistem kalender gabungan qamariyah - syamsiyah Timur-Tengah dengan beberapa adaptasi.

    Tahun Cina dimulai ketika proyeksi mentari di cakrawala berada pada rasi Akuarius, sehingga hari tahun baru Cina bisa jatuh antara dua tanggal dalam rangkum 30 hari atau 1 bulan. Jika ditinjau dari sistem kalender masehi sekarang, tahun baru Cina mungkin jatuh antara 20 Januari dan 19 Februari. Untuk mencatat saat saat bersejarah, bangsa Cina menggunakan dua sistem kalender, qamariyah dan syamsiyah, secara berdampingan, dalam dua siklus, keduanya 60 tahun lamanya. Namun dalam kehidupan sehehari, bilangan tahun dihitung relatif terhadap tahun ketika seorang Kaisar naik takhta. Cara perhitungan penanggalan Cina ini kemudian diadopsi oleh Jepang.


    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 22:57

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [6]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    TAHUN BARU, BULAN, MINGGU, DAN HARI

    Bumi berputar pada porosnya memutar dirinya sendiri sambil beredar pada orbitnya mengitari mentari. Kedudukan poros bumi pada orbit ternyata tak tegak lurus 90 derajat, tapi miring atau condong membuat sudut inklinasi terhadap bidang ekliptika sebesar 23,48 derajat di belahan selatan atau 66,52 derajat di belahan utara. Demikian juga posisi bumi terhadap mentari, jaraknya tak tetap sama, karena orbit bumi tak berbentuk lingkaran yang bundar dimana mentari di pusatnya, tapi berbentuk elips yang lonjong dimana metari di salah satu fokusnya. Sehingga jarak bumi mentari suatu kali berada pada jarak terdekat yang disebut perihelion dan suatu kali pada jarak terjauh yang disebut aphelion.

    Akibatnya, sinar cahaya dan panas mentari tak diterima secara merata di bumi. Jika kita hitung berdasarkan sistem kalender syamsiyah sekarang, maka mentari tegak lurus terhadap equator bumi pada 21 Maret, tegak lurus terhadap 23,5 lintang utara bumi pada 21 Juni, tegak lurus terhadap equator bumi pada 23 September, tegak lurus terhadap 23,5 lintang selatan bumi pada 22 Desember.

    Rotasi dan revolusi bumi yang condong dan lonjong ini dalam setahun menghasilkan 4 musim tropis (tropical season) di dua belahan bumi utara dan selatan yang memasing lamanya 1/4 tahun atau 3 bulan, yaitu musim bunga atau musim semi (spring), musim panas (summer), musim rontok atau musim gugur (autumn), dan musim dingin (winter). Jika dihitung berdasarkan sistem kalender sysmosiyah sekarang, maka pada belahan utara (northern hemisphere), musim semi berlangsung dari 21 Maret sampai 20 Juni, musim panas dari 21 Juni sampai 22 September, musim gugur dari 23 September sampai 21 Desember, dan musim dingin dari 22 Desember sampai 20 Maret. Sedangkan pada belahan selatan (southern hemisphere) berlaku sebaliknya, dimana musim panas di utara adalah musim dingin di selatan.

    Pada daerah ekuator atau khatulistiwa, musim yang terdeksi hanya 2 musim, yaitu musim panas dan musim dingin yang memasing lamanya 1/2 tahun atau 6 bulan. Jika dihitung berdasarkan sistem kalender syamsiyah sekarang, maka musim panas berlangsung dari 21 Maret hingga 22 September, dan musim dingin dari 23 September sampai 20 Maret. Di Indonesia, musim panas berlangsung dari awal April sampai awal Oktober, dan musim hujan berlangsung dari awal Oktober sampai awal April.

    Pada 4 Juli, bumi berada pada jarak terjauh terhadap mentari, dan antara 4 Juli sampai 1 Januari, bumi bergerak mendekati mentari. Pada 1 Januari, bumi berada pada jarak terdekat terhadap mentari, dan antara 1 Januari sampai 4 Juli, bumi bergerak menjauhi mentari. Musim semi dan musim gugur saling bertolak belakang. Musim semi terjadi karena bumi semakin menjauhi mentari, sedangkan musim gugur terjadi karena bumi semakin mendekati mentari.

    Antara 21 Maret sampai 20 Juni, belahan bumi utara dan selatan menerima cahaya dan panas mentari yang sama banyaknya, dan bumi bergerak menjauhi metari, sehingga berlangsung musim semi di utara dan selatan. Antara 21 Juni sampai 22 September, belahan bumi utara menerima cahaya dan panas lebih banyak daripada belahan bumi selatan, sehingga terjadi musim panas di utara dan musim dingin di selatan. Musim panas di utara dan musim dingin di selatan ini berlangsung ketika bumi berada jauh terhadap mentari. Berarti musim panas di utara tak sepanas daripada musim panas di selatan, dan musim dingin di selatan lebih dingin daripada musim dingin di utara.

    Antara 23 September sampai 21 Desember, belahan bumi utara dan selatan menerima cahaya dan panas mentari yang sama banyaknya, dan bumi bergerak mendekati mentari, sehingga berlangsung musim gugur di utara dan selatan. Antara 22 Desember sampai 20 Maret, belahan bumi utara menerima panas dan cahaya mentari lebih sedikit daripada belahan bumi selatan, sehingga terjadi musim dingin di utara dan musim panas di selatan. Musim dingin di utara dan musim panas di selatan ini berlangsung ketika bumi dekat terhadap mentari. Berarti musim panas di selatan lebih panas daripada musim panas di utara, dan musim dingin di utara tak sedingin musim dingin di selatan.

    Rotasi dan revolusi bumi inilah yang sejak berabad lalu menjadi dasar perhitungan tahun, bulan dan hari. Di belahan utara bumi, dimana populasi manusia terbanyak pada masa itu, menetapkan tahun baru atau awal tahun bertepatan dengan awal musim semi, yaitu 21 Maret menurut kalender sekarang, dan akhir tahun bertepatan dengan akhir musim dingin. Pada mulanya orang menetapkan Maret sebagai bulan ke1 dan Februari sebagai bulan ke12, dimana pada waktu itu tahun baru dinyatakan jatuh pada 1 Maret menurut kalender silam. Penyesuaian panjang hari diakhir tahun atau banyak hari dalam 1 tahun diatur pada akhir Februari. Karena itu banyaknya hari dalam Februari kurang daripada bulan lainnya atau berubah-ubah dari tahun ke tahun.

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 22:58

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [7]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    KALENDER JULIAN — ASAL KALENDER MASEHI

    Ketika kekaisaran romawi di italia mulai bangkit dan berjaya pada zaman Caius Julius Caesar (0100-0044 SM) dan Agustus Caesar (0065 SM - 0014 M), terjadi reformasi kalender. Julius Caesar atas anjuran Sosigenes astromer yunani yang pernah ke Iskandariah, berkehendak mengadopsi sistem kalender Mesir yang pernah diusulkan Ptolemeus III (0246- 0221 SM, pada 0238 SM. Sehingga Julius Caesar mengangkat Sosigenes sebagai konselor dan advisor pada 1 Januari 0709 R atau 0046 SM, untuk mengadakan reformasi sistem kalender. Sistem kalender format baru ini yang kemudian dikenal sebagai sistem kalender Julian.

    Tahap pertama adalah menentukan vernal equinoks mentari yang merupakan awal musim semi, yang pada waktu itu bertepatan dengan 25 Maret kalender syamsiyah Mesir. Untuk menyesuaikan agar awal musim semi tepat jatuh pada 25 Maret kalender qamariyah Romawi, tahun 0046 SM diperpanjang 80 hari lebih lama daripada semestinya, dari 354 hari menjadi 434 hari, dengan menyisipkan 80 hari ini pada bulan November dan Desember selama masa transisi dari sistem qamariyah ke sistem syamsiyah, sehingga tahun ini di Roma disebut sebagai tahun kebingungan (year of confusion). Setelah Desember berlalu, Julius Caesar menetapkan tanggal yang semestinya 1 Januari 0709 R atau 0046 SM sebagai tanggal 1 Januari 1945 SM atau 1 Januari 0001 Julian, untuk memperingati hari penunjukan Sosiesges sebagai ahli dalam melakukan reformasi, dimana awal musim semi jatuh tepat pada 25 Maret 0001 Julian.

    Dalam alamanak Romawi awal, tahun baru jatuh pada tanggal 1 bulan ke1 (Maret) yang merupakan hari pertama musim semi, dimana mentari berada pada titik Aries atau Vernal Equinoks. Baru pada 0153 SM Januari ditetapkan sebagai awal tahun pengganti Maret.

    Karena nama nama bulan tetap dipertahankan sebagaimana asalnya, nama nama bulan tak lagi cocok dengan urutannya dalam setahun, melainkan bergeser, dimana Januari atau bulan ke11 menjadi menjadi bulan ke1, Februari atau bulan ke12 menjadi bulan ke2, Maret atau bulan ke1 menjadi bulan ke3, dan seterusnya, sehingga September atau bulan ke7 menjadi bulan ke9, dan Desember atau bulan ke10 menjadi bulan ke12. Nama Julius Caesar diabadikan sebagai penghormatan oleh senat sebagai untuk sebutan Quintember atau bulan ke5 yang menjadi bulan ke7 - Julius.

    Almanak Julian menetapkan tahun baru jatuh pada 1 Januari, dan 1 tahun Julian rerata = 365,25 hari. Julius Caesar menetapkan dua macam tahun: tahun biasa (ordinary year, normal year) dan tahun kabisat (leap year).

    Ketika Julius Caesar terbunuh pada 0044 SM, para pengikutnya tak mengindahkan aturan penetapan tahun kabiset sebagaimana telah diatur oleh Julius. Mereka menyisipkan tahun kabisat tiap tahun ke3, bukan tahun ke4, sehingga kelender kacau kembali. Agustus Caesar kemudian mengkoreksi kekeliruan ini dengan meniadakan tahun kabisat dari 0008 SM sampai 0008 M. Pada 0008 M pola tahun kabisat dikembalikan menjadi per empat tahun.

    Nama Agustus Caesar diabadikan sebagai penghormatan oleh senat untuk pengganti sebutan Sextember atau bulan ke6 yang menjadi bulan ke8 - Agustus.

    Dengan demikian tahun 0001 J (Julian) setara dengan tahun 0045 SM (Sebelum Masehi) atau 0045 BC (Before Christ). Berdasarkan almanak versi Julius Caesar ini, nabi Isa al MaSih atau Yesus Sang-Kristus (Jesus The-Christ) diperkirakan lahir sekitar 45 tahun setelah penetapan kalender ini. Menurut perhitungan dan penetapan dewan gereja menjelang seabad kemudian, perhitungan tahun baru 1 Januari 0001 M dinyatakan bertepatan dengan tahun baru 1 Januari 0045 J, meski mungkin nabi Isa tak lahir tepat pada hari itu. Tahun Julian setelah kelahiran nabi Isa disebut sebagai Tahun Tuan atau Anno Domini (Lord Year, Year Of Lord) disingkat AD, untuk menyatakan era kebangkitan kristiani (agama kristen, agama kristus).

    Almanak Julian berpatokan pada daur tropik musim. Awal musim semi, dimana matahari tepat pada titik vernal equinoks, pada waktu itu, ditetapkan dalam kalender Julian jatuh pada 25 Maret, bukan 1 Maret. Panjang masing-masing bulan kalender Julian adalah: Januari 31 hari, Februari 28,25 hari, Maret 31 hari, April 30, Mai 31, Juni 30, Juli 31, Agustus 31, September 30, Oktober 31, November 30, dan Desember 31. Sehingga total 1 tahun = 12 bulan = 365,25 hari.

    Ternyata setelah menjelang 4 abad kemudian, almanak Julian ini terdeteksi lebih panjang dari pada almanak tropik semestinya, dimana 1 tahun tropik = 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik = 365, 242.216 hari. Sehingga tahun Julian masih sedikit lebih panjang daripada tahun tropik, dengan beda 365,250 - 365,242.216 = 0,007.784 hari = 1/128 hari = 11,25 menit, dimana beda ini menjadi 1 hari dalam tiap 128 tahun, dan 3 hari dalam tiap 384 tahun atau mendekati 400 tahun.

    Lain daripada itu Sosieges ternyata juga membuat kekeliruan lebih 1 hari dalam menetukan awal musim semi. Sosieges memperhitungkan awal musim semi jatuh pada 25 Maret 0001 J atau 0045 SM. Semestinya awal musim semi pada waktu itu jatuh pada 24 Maret 0001 J atau 0045 SM.

    Bukti kelebihan perhitungan kalender Julian tampak secara kumulatif dalam rangkum 384 tahun atau 3 x 128 tahun, yaitu pada tahun 0114 J atau 0069 M, pada 0242 J atau 0197 M, dan pada 0370 J atau 0325 M, dimana awal musim semi bergeser, masing-masing pada 23 Maret 0069 M, 22 Maret 0197 M, dan 21 Maret 0325 M. Disamping itu juga terbukti bahwa penetapan tahun 0001 J terlambat 14 tahun daripada semestinya, karena pergeseran awal musim semi terjadi 114 tahun kemudian, bukan 128 tahun sebagaimana mestinya.

    Ketika awal musim semi jatuh pada 21 Maret 0325, dewan gereja di Nicea mengadakan rapat untuk membahas ketaktepatan penetapan Julius Caesar. Dewan beranggapan bahwa Sosieges telah kelebihan menghitung 4 hari lebih lambat, dimana awal musim semi bukan jatuh pada 25 Maret, tapi 21 Maret, dan berkesimpulan bahwa awal musim semi harus ditetapkan kembali melalui keputusan dewan. Hasil konsili Nicea adalah penetapan bahwa awal musim semi jatuh pada 21 Maret. Pada masa itu panjang 1 tahun syamsiyah = 365,25 hari sudah dianggap cukup akurat, karena panjang tahun syamsiyah sebenarnya belum diketahui secara tepat, sehingga dewan beranggapan bahwa tanggal 21 maret akan stabil atau awal musim semi dalam tahun tahun berikutnya akan jatuh pada tanggal ini. Tapi ternyata kemudian bahwa pada abad abad berikutnya awal musim semi terus bergeser lebih awal, yang berarti Sosieges masih memiliki kelebihan perhitungan hari.

    Bukti selanjutnya kelebihan perhitungan kalender Julian tampak pada tiap 128 tahun berikutnya, dimana awal musim semi selalu jatuh sehari lebih awal daripada 128 tahun sebelumnya. Berurutan terjadi pada 20 Maret 0453 M, 19 Maret 0581 M, 18 Maret 0709 M, 17 Maret 0837 M, 16 Maret 0965 M, 15 Maret 1093 M, 14 Maret 1221 M, 13 Maret 1349 M, 12 Maret 1477 M, 11 Maret 1605 M. Dengan demikian, 1280 tahun kemudian setelah penetapan kosili Nicea, awal musim semi telah bergeser 1280 : 128 = 10 hari. Sehingga awal musim semi jatuh pada 11 Maret 1605 M atau 1650 J. Pergeseran awal musim semi kalendar Julian ini disebut juga pergeseran vernal equinoks kelender Julian. Namun koreksi atas kelebihan hari ini baru dilakukan setelah 15 abad kemudian oleh Paus Gregorius XIII, setelah mengetahui apa penyebabnya dari astronomer Christoper Clavius.

    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 23:00

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [8]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    KALENDER GREGORIAN — KALENDER MASEHI

    Pada 1582 M, Paus Gregorius XIII (1502-1585 M) yang menjadi paus pada 1572 M, atas saran Christopher Clavius seorang astronomer, berupaya mengadakan koreksi terhadap pergeseran awal musim semi kalender Julian yang telah berlangsung selama lebih 15 abad ini atau lebih 10 abad dari penetapan konsili Nicea. Namun, sebagaimana sifat dan perilaku dewan gereja, untuk menjaga ketetapan konsili Nicea, bahwa keputusan gereja tak boleh diganggu- gugat, dimana awal musim semi telah dipatok pada 21 Maret pada 0325 M, Paus tak membuat ketetapan baru yang menggeser tanggal awal musim semi ini dari 21 Maret menjadi 11 Maret, tapi merekayasa almanak Julian dengan cara memajukannya 10 hari kedepan, yaitu dengan cara meniadakan tanggal 5 sampai 14 Oktober 1582, dimana tanggal yang semestinya tanggal 6 Oktober 1582 dinyatakan sebagai tanggal 15 Oktober 1582. Sehingga setelah penyesuaian ini pada 1583 M, awal musim semi yang menurut kalender Julian jatuh pada 11 Maret 1583 M, kembali jatuh pada 21 Maret 1583 M, sesuai dengan ketetapan dewan gereja.

    Untuk mengatasi kelebihan perhitungan kalender Julian yang akan terus berkelanjutan menimbulkan pergeseran tanggal pada tiap 1,28 abad, Paus Gregorius XIII menunjuk Christoper Clavius untuk mereformasi sistem kalender Julian, yang mana kemudian disebut sebagai sistem kalendar Gregorian. Pada masa itu panjang 1 tahun syamsiyah = 365,25 hari sudah dianggap tak lagi akurat, karena panjang tahun syamsiyah sebenarnya sudah diketahui secara lebih mendekati ketepatan. Solusi Clavius adalah melalui penetapan kembali pola dua macam tahun: tahun biasa (ordinary year, normal year) dan tahun kabisat (leap year).

    Pertama pembulatan banyaknya hari dalam setahun, dari 1 tahun Julian = 365,25 hari menjadi 1 tahun Gregorian = 365 hari. Untuk mengkompensasi kekurangan 0,25 hari per tahun, yang kumulatif menjadi 1 hari dalam 4 tahun Gregorian, ia menetapkan 1 tahun kabisat Gregorian = 366 hari per tiap 4 tahun. Sehingga banyaknya hari dalam 4 tahun Julian samadengan 3 tahun biasa Gregorian dan 1 tahun kabisat Gregorian : 4 x 365,25 = 3 x 365 + 1 x 366. Sehingga tahun 1581, 1582, 1583 adalah tahun biasa dan tahun 1584 adalah tahun kabisat, tahun 1585, 1586, 1587 adalah tahun biasa dan tahun 1588 adalah tahun kabisat, dan seterusnya. Tahun biasa dan tahun kabisat dapat dengan mudah dibedakan dari bilangan angka tahunnya, dimana bilangan tahun kabisat selalu habis dibagi 4, sementara tahun biasa tidak, dan tiap bilangan tahun kabisat berselang 4 tahun dengan bilangan tahun kabisat berikutnya. Misalnya: 1584, 1588, 1592, 1596, 1600 adalah tahun kabisat.

    Kedua untuk memendekkan atau memperkecil kelebihan 1 hari per 128 tahun atau 3 hari per 384 tahun Julian, ia meniadakan 1 tahun kabisat per abad (century) dalam tiga abad berurutan pertama, pada tiap tahun abad (century year), dan mengadakannya kembali pada tahun abad dalam abad ke4, atau dengan kata lain, samadengan meniadakan 3 tahun abad kabisat per 4 abad atau 400 tahun. Dengan demikian, khusus untuk tahun abad, hanya merupakan tahun kabisat jika habis dibagi 4 DAN 100 atau dibagi 400, bukan hanya habis dibagi 4 ATAU 100. Sehingga, tahun 1600, 2000, 2400 adalah tahun kabisat abad (century leap year), tapi tahun 1700, 1800, 1900 adalah bukan tahun kabisat abad melainkan tahun biasa abad (century normal year).

    Dengan demikian kalender Gregorian telah memperkecil kelebihan hari dalam kalender Julian sebesar 96 persen hingga tersisa hanya 4 persen, dari plus 3 hari per 384 tahun menjadi hanya plus 0,12 hari per 384 tahun, atau dari plus 3,125 hari per 400 tahun menjadi hanya plus 0,125 hari per 400 tahun. Rerata, dari plus 1 hari dari per 128 tahun menjadi hanya plus 0,04 hari per 128 tahun, atau dari 0,781.25 hari per 100 tahun menjadi hanya 0,031.25 per 100 tahun. Kelebihan rerata 1/32 hari per abad atau 1/8 hari per 4 abad ini secara kumulatif baru akan menjadi 1 hari setelah 32 abad atau 3.200 tahun. Suatu jangka waktu yang cukup lama.

    Untuk mengkoreksi kelebihan 1 hari per 3.200 tahun Julian, Gregorius juga meniadakan 1 tahun kabisat per 40 abad atau 4.000 tahun. Dengan demikian, khusus untuk tahun dasa-abad, tak merupakan tahun kabisat jika habis dibagi 4 DAN 1.000 atau dibagi 4.000. Sehingga, tahun 4000 dan 8000 bukan tahun kabisat. Dengan koreksi ini, sistem kalender Gregorian dapat memperkecil lagi kelebihan sampai jangka waktu 32.000 tahun mendatang atau 1 periode tahun platonik (platonic year) yang setara dengan satu siklus bintang Sirius (Sothis).

    Dengan demikian, almanak Julian berlaku dari 1 Januari 0045 SM PreGregorian hingga 5 Oktober 1582 M PreGregorian atau 15 Oktober 1582 M Gregorian. Beda 10 hari ini seterusnya memisahkan kalender Julian dan kalender Gregorian dimana kalender Gregorian belum diadopsi, dan akan bertambah 1 hari per abad. Rumusan untuk mengadaptasi sistem kalender masehi Julian ke sistem kalender masehi Gregorian adalah sebagai berikut. Antara 5 Oktober 1582 sampai 28 Februari 1700, tambahkan 10 hari. Antara 29 Februari 1700 sampai 28 Februari 1800, majukan 11 hari. Antara 29 Februari 1800 sampai 28 Februari 1900, majukan 12 hari. Antara 29 Februari 1900 sampai 28 Februari 2100, majukan 13 hari.

    Negara negara kristen katolik Roma mengadopsi sistem kalender masehi Gregorian sejak 1582, yang dimulai oleh Perancis dan Belanda. Tapi negara negara kristen protestan baru menerimanya pada abad ke18. Jerman dan Swis pada 1700, Swedia dan Inggris dan koloninya hingga ke Amerika baru mengadosi sistem ini pada 1752, dimana 11 hari antara tanggal 3 sampai 13 September 1752 ditiadakan. Jepang menerima sistem ini pada 1873 sebagai kalender pendamping kalender Jepang. Cina menerima sistem ini pada 1912 sebagai kalender pendamping kalender Cina. Sedangkan Yunani baru mengadopsinya pada 1924. Turki menerima sistem 1927 ini sebagai pedamping kalender Hijrah.

    Sekarang tiap negara telah menerima sistem kalender Gregorian sebagai sistem kalender untuk penggunaan umum, dan dapat dikatakan telah menjadi kalender universal secara de facto. Jadi almanak kristen atau almanak masehi sekarang adalah almanak masehi Gregorian yang dimulai pada zaman Paus Gregorius XIII, yang merupakan koreksi terhadap almanak masehi sebelumnya yaitu almanak masehi Julian yang dimulai pada zaman Julius Caesar.


    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-03-20, 23:01

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [9]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    HARI DAN TAHUN SYAMSIYAH DAN KOREKSI EROR KALENDER MASEHI

    Hari syamsiyah sidrah (sideral solar day) adalah interval antara dua transit berurutan suatu sidrah (bintang atau planet) terhadap suatu meridian cakrawala, setara rerata periode revolusi maya harian matahari mengorbit bumi dengan mengacu pada suatu sidrah sebagai bintang tetap (fixed star), atau setara periode rotasi lengkap bumi pada porosnya = 24 jam waktu siderah = 23 jam 56 menit 4,091 detik waktu syamsiyah rerata.

    Hari syamsiyah rerata (mean solar day) adalah rerata dari interval variabel antara dua transit berurutan mentari terhadap suatu meridian cakrawala, setara rerata periode revolusi maya harian mentari dengan mengacu pada titik kulminasi atas = 24 jam waktu syamsiyah rerata = 24 jam 3 menit 56,555 waktu sys siyah sidrah.

    Periode 1 tahun dalam Almanak Masehi dihitung berdasarkan 1 tahun syamsiyah (solar year). Secara astronomik, tahun syamsiyah ada tiga macam.

    Tahun syamsiyah anomolistik (anomolistic year) setara rerata periode revolusi nyata bumi mengorbit mentari dengan mengacu pada titik-terjauh (perihelion) = 365,259.6 hari syamsiyah rerata = 365 hari 6 jam 13 menit 0 detik syamsiyah rerata.

    Tahun syamsiyah siderah (sideral solar year) setara rerata periode revolusi maya tahunan mentari mengorbit bumi dengan mengacu pada suatu sidrah sebagai suatu bintang tetap (fixed star) = 365,256.4 hari syamsiyah rerata = 365 hari 6jam 9 menit 9 detik syamsiyah rerata.

    Karena 1 hari sidrah = 23 jam 56 menit 4,09 detik syamsiyah rerata, maka 1 tahun syamsiyah sidrah = (365 hari 6 jam 9 menit 9 detik) : (23 jam 56 menit 4,09 detik) = 366,256 hari sidrah = 366 hari 6 jam 9 menit 9 detik sidrah. h-  Tahun syamsiyah astronomik (astronomical solar year) atau tahun syamsiyah tropik (tropical solar year) atau tahun syamsiyah musim (seasonal solar year) atau tahun syamsiyah alamiah (natural solar year), setara dengan rerata periode revolusi maya tahunan mentari terhadap bumi dengan mengacu pada titik pertama aries (aries) atau (vernal equinox) = 365,242.216 hari syamsiyah rerata = 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik syamsiyah rerata. Jika hanya disebut tahun syamsiyah (solar year), maka yang dimaksud adalah tahun syamsiyah tropik. Tahun inilah yang menjadi dasar perhitungan tahun syamsiyah sipil.

    Tahun syamsiyah sipil (civil solar year) atau tahun syamsiyah warga, setara nilai pembulatan keatas tahun syamsiyah tropik = 365,242.5 hari syamsiyah rerata. Tapi dalam prakteknya terjadi pembulatan = 365,250 hari syamsiyah rerata.

    Untuk memudahkan perhitungan hari, bilangan hari tahun warga ini dibulatkan lagi atas dua macam tahun, dimana 1 tahun biasa = 365 hari dan 1 tahun kabisat = 366 hari. Sehingga untuk memenuhi hitungan hari, tiap 4 tahun terdiri dari 3 tahun biasa dan 1 tahun kabisat, dimana 3 x 365 + 1 x 366 = 4 x 365,250 = 1.461 hari.

    Tapi dari penjederhanaan ini, tiap 4 tahun terdapat beda sebesar 4 x 365,250 - 4 x 365,242.2 = 1.461 - 1460,968.8 = 0,031.2 hari. Beda ini, tiap 40 tahun membesar menjadi 0,312 hari, dan tiap 400 tahun menjadi 3,120 hari. Untuk mengkoreksi beda ini, tiap 400 tahun ditiadakan 3 tahun kabisat, sehingga tiap 400 tahun beda dapat diperkecil menjadi 3,120 - 3 = 0,120 hari. Baru setelah 4.000 tahun kemudian, beda ini kembali membesar menjadi 10 x 0,120 = 1,200 hari. Besar beda dalam skala rangkum waktu ini bisa ditoleransi.

    Tahun yang ditetapkan sebagai tahun kabisat adalah tahun genap yang bulat dibagi 4 untuk bilangan tahun biasa dan bulat dibagi 400 untuk bilangan tahun abad. Contohnya, tahun 1200, 1600, 1996, 2000 adalah tahun kabisat, tapi tahun 1800, 1900, 1994, 1998 bukan tahun kabisat.

    Banyak hari per bulan berseling 31 dan 30 hari, kecuali pada bulan ke7 dan ke8 tak ada perselingan, dan bulan ke2 = 28 hari. Sehingga 1 tahun warga = 7 x 31 + 4 x 30 + 1 x 28 = 365 hari. Sebagai korektor pada tahun kabisat, bulan ke2 = 29 hari. Sehingga 1 tahun kabisat = 7 x 31 + 4 x 30 + 1 x 29 = 366 hari.

    Karena ada 2 macam bulan Februari (28 hari dan 29 hari), dan 1 minggu = 7 hari, maka ada 2 x 7 = 14 macam model tahun yang mungkin diperoleh, dimana 7 macam untuk tahun biasa dan 7 macam untuk tahun kabisat. Tujuh macam ini terjadi karena tanggal 1 Januri mungkin jatuh pada salah satu hari diantara minggu sampai sabtu.


    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-04-20, 08:47

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [10]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    BULAN DAN TAHUN QAMARIYAH DAN KOREKSI EROR ALMANAK HIJRIYAH

    Sementara di mesir, timur jauh dan eropah berlaku almanak syamsiyah dan kalender masehi, pada zaman pra-islam, sebelum dikenal almanak Hijjrah, almanak yang digunakan di jazirah arabia adalah almanak gajah, yang dihitung sejak peristiwa serangan pasukan tentara gajah, sebagaimana diungkapkan dalam surah al-Fiyl dalam al-Qur`an.

    Kelahiran MuHammad dihitung dalam tahun gajah. Namun ketika MuHammad diangkat sebagai nabi dan rasul, dimulai perhitugan tahun khusus yang disebut tahun nuwbuwah atau tahun kenabian, yang dimulai sejak MuHammad menerima wahyu pertama.

    Jika almanak masehi adalah suatu sistem penanggalan yang berdasarkan pada revolusi mentari sebagai basis perhitungan waktu, yaitu pada tahun syamsiyah, dimana rerata satu bulan syamsiyah samadengan 1/12 tahun syamsiyah, maka almanak hijjrah adalah suatu sistem penanggalan yang berdasarkan pada revolusi bulan sebagai basis perhitungan waktu, yaitu pada bulan qamariyah, dimana rerata satu tahun qamariyah terdiri samadengan 12 bulan qamriah.

    Jadi jika almanak syamsiyah berhitung dari siang ke siang karena mengamati gerak mentari, maka almanak qamariyah berhitung dari malam ke malam karena mengamati gerak bulan. Tahun Hijjrah yang merupakan tahun qamariyah ini lebih pendek 10 sampai 12 hari dari tahun Masehi yang merupakan tahun syamsiyah.

    Bulan sidrah (sideral month) = 27,321.7 hari. Bulan qamariyah (lunar month) atau bulan sinodik (synodic month) atau lunasi (lunation), setara rerata periode revolusi nyata bulan mengorbit bumi dengan mengacu pada bulan_baru (new_moon), atau dengan kata lain tenggang waktu dari bulan_baru ke bulan_baru berikutnya dengan mengacu kepada bumi sebagai titik tetap = 29,530.587.963 = 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik syamsiyah rerata. Sehingga 1 tahun qamariyah = 12 x 29,530.587.963 hari = 354,367.055.556 hari = 354 hari 8 jam 48 menit 33,6 detik.

    Untuk memudahkan perhitungan hari, 1 bulan qamariyah dibulatkan jadi 29,5 hari. Tapi dalam prakteknya, banyak hari per bulan bukan 29,5 hari, tapi berseling 30 dan 29 hari. Sehingga 1 tahun Hijjrah = 12 x 29,5 = 6 x 30 + 6 x 29 = 354 hari.

    Akibat pembulatan ini, tiap tahun terjadi keterlambatan almanak dengan beda 354,367.055.556 - 354 = 0,367.055.556 hari = +8,142.666.666.667 = 8 jam 48 menit 33,6 detik per tahun hijjrah. Beda ini menjadi 3 x 0,367.055.556 = 1,101.166.668 hari atau 24,004.215.277.833 jam per tiga tahun hijjrah.

    Untuk mengkoreksi perbedaan ini, diadakan tahun hijjrah kabisat = 355 hari dengan cara menambahkan 1 hari pada akhir bulan ke12 atau DZuw -al-Hijjah, dari 29 hari menjadi 30 hari pada tahun kabisat. Tahun kabisat ini diadakan dalam 11 kali interkalasi 11 hari dalam tiap 30 tahun Hijjrah, dalam tahun ke2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, 28 atau 29, berurutan dengan jeda 3, 2, 3, 3, 3, 2, 3, 3, 2, 2 tahun. Beda yang dapat dikoreksi adalah 30 x 354,367.055.556 - 19 x 354 - 11 x 355 = 10.631,011.666.7 - 6.726 - 3.905 = 0,011.666.7 hari. Meski demikian masih terdapat sedikit perbedaan kecil yang nilai kumulatifnya akan terdeteksi menjadi 1 hari dalam tiap 2.400 sampai 2.500 tahun, sehingga untuk mengkoreksi waktu yang masih tertinggal ini, tiap 2.400 tahun ditambahkan lagi satu tahun hijjrah kabisat.

    Nama nama bulan dan banyak harinya dalam sistem kalender qamariyah arabik adalah sebagai berikut: (1) Al-MuHarram (Sang-TerHaramKan) 30, (2) al-shSHafar 29, (3) Rabiy'-al-Awwal (Sang-MusimSemi Awal) 30, (4) Rabiy 'u-al-Aakhir (Sang-MusimSemi Akhir) 29, (5) Jumadi-al-Awwal 30, (6) Jumadi-al-Aakhir 29, (7) Rajab 30, (8) SHaban 29, (9) Rammadhan 30, (10) SYawal 29, (11) DZuw-al-Qidah 30, (12) DZuw-al-Hijjah 29 hari dalam tahun biasa atau 30 hari dalam tahun kabisat.

    Seminggu dalam sistem kalender qamariyah adalah 7 hari, serupa dengan seminggu dalam sistem kalender syamsiyah, tapi panjang harinya berbeda dalam skala menit dan detik, dimana 1 hari qamariyah tak sama dengan 1 hari syamsiyah. Demikian juga saatnya tak berimpit atau tak sinkron. Tujuh nama hari arabik tersebut berurutan adalah sebagai berikut:(1) Yaw mu-al-`Ahadi (Hari_Ahad = Hari_KeSatu, First_Day = SunDay), (2) Yaw mu-al-`Its niy ni (Hari_Senin = Hari_KeDua, Second_Day = MonDay), (3) Yaw mu-al-TSulaatsaa`i (Hari_Selasa = Hari_KeTiga, Third_Day = TuesDay), (4) Yaw mu-al-`Ar bi'aa`i (Hari_Rabu = Hari_KeEmpat, Fourth_Day = WednesDay), (5) Yaw mu-al-KHamiysi (Hari_Kamis = Hari_KeLima, Fifth_Day = ThursDay), (6) Yaw mu-al-sSittati atau Yaw mu-al-Jumu'ati (Hari_KeEnam atau Hari_Jum'at = Hari SHalat BerJama'ah, Sixth_Day = FriDay), dan (7) Yaw mu-al-sSab ti (Hari_Sabtu = Hari_KeTujuh, Seventh_Day = Sabbath_Day = SaturDay).


    . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-04-20, 08:48

    SEKITAR SISTEM KALENDER | ALMANAK [11]

    (C) 1999—2010 — Achmad Firwany


    KESULITAN PENENTUAN SAAT — HARUS SELALU ADA KOREKSI EROR

    Karena perubahan perubahan dalam sistem kalender masehi yang berbasis tahun syamsiyah, adalah suatu pekerjaan rumit untuk mencocokan suatu saat dalam kalender masehi dengan saat yang sepadan dalam kalender hijjrah yang berbasis tahun qamariyah. Diperlukan ketelitian tinggi dan banyak koreksi dalam mencari relasi ini.

    Kesulitan pertama adalah bahwa data tahun tahun kehidupan nabi MuHammad tercatat di arab dalam sistem kalender arabik yang pada masa itu masih menggunakan sistem kalender Gajah, sedangkan sementara itu sistem kalender masehi masih berpatokan pada sistem kalender Julian, bukan pada sistem kalender Gregorian yang digunakan sekarang ini. Berarti harus dicari relasi sistem kalender Gajah dan sistem kalender Julian.

    Kesulitan kedua adalah bahwa sistem kalender gajah berbasis perhitungan tahun qamariyah, sedangkan sistem kalender Julian berbasis perhitungan tahun syamsiyah, dimana tahun baru masing-masing bisa berada pada tanggal lain yang tak tetap didalam tahun lainnya.

    Kesulitan ketiga adalah bahwa pada masing-masing sistem kalender, banyak hari dalam masing-masing bulan bulan sepanjang tahun tak sama, dan sepanjang abad abad yang dilalui berlalu telah terjadi koreksi waktu disana-sini berupa pergeseran tanggal. Berarti untuk memperoleh korelasi antar tahun diatas akan dibutuhkan berbagai tabel yang banyak dengan angka angka yang melibatkan perhitungan matematika dan astronomi yang memusingkan.

    Lebih daripada itu adalah pernyataan banyak tahun atau jangka waktu yang relatif. Misalnya jika disebutkan 10 tahun, maka perlu diperiksa apakah yang dimaksud 10 tahun syamsiyah atau 10 tahun qamariyah, karena dua macam tahun ini berbeda panjangnya atau banyak harinya. Jika tak jelas disebutkan, maka perlu diperiksa apakah informasi tersebut dinyatakan oleh informan yang menganut sistem kalender syamsiyah ataukah sistem kalender qamariyah. Jika kita menyatakan 10 tahun pada masa sekarang, maka berarti 10 tahun syamsiyah standar masa kini, tapi jika seseorang arabik menyatakan 10 tahun pada masa kehidupan nabi MuHammad, maka berarti 10 tahun qamariyah standar tahun Gajah, sedangkan jika pernyataan ini dikemukakan oleh seseorang kristen pada masa itu, maka bisa berarti 10 tahun syamsiyah standar tahun Masehi atau tahun Julian. Jadi pernyataan suatu jangka waktu adalah bersifat relatif, tidak universal.

    Lebih jauh lagi daripada itu, sejak kelahiran nabi MuHammad, sejak beliau diangkat menjadi nabi atau memperoleh status kenabian atau nubuwah, dan sejak beliau melakukan perjalanan panjang dalam perpindahan atau hijjrah dari Mekah ke Medinah, muncul perhitungan tahun Nubuwah dan tahun Hijjrah yang relatif terhadap tahun Gajah. Meskipun tiga perhitungan tarikh ini berbasis pada sistem tahun qamariyah sama, tapi korelasi tiga perhitungan ini tetap melibatkan perumusan rumit. Misalnya, jika disebutkan tanggal 12 Rabiy'u-al-Awwal, maka mesti diperikssa apakah tanggal bulan ini dalam tahun Gajah, tahun Nubuwah, atau tahun Hijjrah.

    Berdasarkan catatan sejarah yang penulis peroleh dari berbagai sumber riwayat kehidupan nabi MuHammad dan penyebaran agama Islam di zaman nabi, yang penulis cocokkan dengan kalender abadi (perpentual calendar) sistem kalender masehi dari Julian ke Gregorian, yang diolah dengan menggunakan komputer, dan bertolak dari tabel yang disusun oleh G.M. Clemence dari Observatorium Angkatan Laut Amerika Serikat (United State Naval Observatory) dan dari tabel yang disusun oleh Paul Cauderc daro Observatorium Paris, diperoleh data sebagai berikut.

    . . .

    Semoga berguna . . .

    _________________________________________________

    (C) 1999–2010 — Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.



    ________________________________________


    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-04-20, 08:53

    KALKULASI MANUSIA TAK PERNAH BISA PRESISI

    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany


    . . .


    Jika anda membaca dgn teliti dan memahami semua tulisan diatas dan menyadari betapa kompleks dan rumit perhitungan waktu dan sistem kalender, serta selalu saja ada eror musti dikoreksi dlm hitungan hari, jam, menit, dan detik . . . apakah anda yakin bahwa komputasi waktu sekarang ini sdh cukup akurat?

    Sementara itu bangsa kuno blm lagi mengenal realitas kosmofisika ekspansi dan kontraksi relativitas ruang dan waktu . . . bahwa semesta kita sangat dinamik . . . dimana jarak antar benda langit berubah tiap saat . . . dan kita tak pernah kembali lagi selamanya ke ruang dan waktu sama . . .

    Setiap dan seluruh parameter pergerakan di semesta kita bukanlah bilangan bulat atau integer, melainkan bilangan pecahan atau riel dgn rentetan angka desimal tanpa batas di belakang koma. Semua konstanta matematika kosmofisika demikian adanya, apakah itu konstanta gerak melingkar atau bilangan "pi" Archimedes, kontanta gravitasional Newton, konstanta elektomagnetik, kontanta atomik, dan konstantan nuklir, dlsb.


    . . .


    Manusia begitu "bodoh", bahkan kita tak pernah bisa membagi persis samarata secara digital utk 10 : 3, melainkan hasilnya selalu 3,333.333.333.... yg kalau dikali 3 lagi hasilnya bukan 10, melainkan 9,999.999.999.... shg selalu saja perlu koreksi eror . . .


    . . .



    Jadi manusia hanya bisa melakukan prakiraan atau prediksi melalui metoda pendekatan atau aproksimasi via komputasi. Lain tidak!


    . . .


    Alangkah "dungu"nya kita, apalagi bila mempercayai sesuatu tanpa dasar pengetahuan dan informasi lengkap dan akurat ttg sesuatu itu . . .


    Semoga kita semua menyadarinya . . .

    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-04-20, 08:57

    KETAKMAMPUAN MANUSIA DALAM MENGHITUNG SECARA TEPAT

    (C) 2006—2010 — Achmad Firwany


    Dlm Al-Qur`án, yg dinyatakan Alláh tak dpt dihitung adalah nikmat Alláh. Selain drpd itu dpt dibilang, dicacah, atau dihitung. Hanya saja kemampuan kita menghitung sangat terbatas, dan Alláh memaklumni dan memaafkan kita ttg hal ini.



    wa `in ta’udduw ni’mata–`allaahi, laa tuhshuwhaa.

    dan jika kalian-membilang nikmat–Alláh, tak kalian-dapat-menghitung–nya. [ Q 14 : 34 dan 16 : 18 ]




    wa `allaahu yuqaddiru `al-layla wa `aln-nahaara; ‘alima `an llan tuhshuwhu, fa taaba ‘alaykum.
    Dan Alláh Dia-mekadar sang-malam dan sang-siang. Dia-Mengetahui bahwasanya tak-akan-pernah kalian-dapat-menghitung–nya
    [secara pasti dalam bilangan-bulat, kadar satu-hari dan batas antara sang-malam dan sang-siang, would-never all-of-you-can-calculate exactly an integer-number of rate of a-day and boundary between the-night and the-day], maka Dia-telah-mentaubatkan atas–kalian [memaklumi kalian akan hal tersebut dengan memaafkan katidaktepatan perhitungan waktu]. [ Q 73 : 20 ]

    Kesimpulannya :

    • Bagaimana mungkin manusia dapat menghitung nikmat Alláh? Itu adalah hal sangat sangat sangat mustahil.

    • Jangankan menghitung semuanya, menghitung apa-saja-yang telah diberikan Alláh melalui dua orangtua-nya sejak dari dalam kandungan hingga ia dewasa saja adalah tak mungkin.

    • Manusia adalah sangat buodoh dalam berhitung. Tak seorang manusia pun, bahkan menggunakan komputer secanggih apa pun, ia bahkan tak bisa membagi secara tepat bilangan 1, 10, 100, 1.000 dst dengan bilangan tiga.
      1/3, 10/3, 100/3, 1000/3. Berapa?
      1/3 = 0,333.333.333. . . . ???
      3 x 0,333.333.333. . . . = 0,999.999.999. . . . = 1 ???

    • Sejak berabad lampau, telah dihitung dan diukur, berulang kali, bahwa perimeter atau keliling sebuah lingkaran adalah samadengan tiga lebih sedikit kali diameternya. Tapi yang lebih sedikit ini sangat sulit untuk mehitung dan mengukur-nya secara eksak. Bahkan dengan komputer multi-digit tercanggih saat ini.

    • Sebagai konsekuensinya, kita tak pernah dapat menghitung nilai perimeter sebuah lingkaran dengan tepat tanpa memperoleh nilai tiga lebih sedikit ini secara tepat.

    • Cara tradisonal mehitung perimeter lingkaran adalah dengan mengapitnya diantara dua poligon isogonal|segibanyak sama-sisi beraturan, sehingga nilai perimeter lingkaran terletak diantaranya. Makin banyak segi dua poligon mengapitnya, makin mendekati nilai perimeter lingkaran tersebut. Berapa banyak segi dibutuhkan dua poligon untuk memperoleh nilai eksak perimeter lingkaran? Jawabnya adalah tak-terhingga!!!

    • Sejak berabad lampau, Archimedes (±287–212 SM), matematikan dan fisikawan dari Syracuse, Yunani telah menghitung bahwa keliling lingkaran adalah lebih kecil daripada 22/7 dan lebih-besar daripada 223/71 diameter-nya, atau tiga lebih sedikit diameternya, dengan rumus:

      keliling lingkaran, perimeter = π x diameter — [π, baca: pi ]
      dimana, 22/7 > π > 223/71 atau 3 1/7 > π > 3 10/71, atau π = 3,141.592.653.589.793.238.462.643. . . . = How I wish I could recollect of circle round the exact relation Archimede uncount … … … … … … … … … … ???

    • Hingga kini, sejak Archimedes, telah ratusan, ribuan, bahkan jutaan matematikan telah menghitung nilai pi, bahkan menggunakan superkomputer modern, namun nilai pi sejati tak pernah kunjung ditemukan. Seberapa cerdas manusia???


    Kalau manusia tak bisa menghitung keliling dan luas sebuah lingkaran secara tepat, bagaimana mungkin ia bisa menghitung benda-benda langit yang bentuknya bundar dan geraknya berputar dan melingkar??? Bulan, Bumi, Matahari, . . . dan lainnya??? Kecuali hanya melalui nilai pendekatan yang menghampiri atau via aproksimasi (appoximation). Sungguh Alláh Maha-Besar, Allaahu `Akbar.

    Disisi lain ada sejenis binatang sangat kecil yang ternyata mampu membangun sarang yang memiliki struktur matematik sangat kompleks. Bagaimana mungkin tanpa campurtangan yang Maha-Cerdas sekawanan lebah membangun sarang dengan basis poligonal|segibanyak beraturan saling sambung-menyambung, bertumpuk dengan kokoh??? Tidakkah Alláh telah mewahyukan kepada lebah cara membuat sarangnya? [ Q 16 : 68 ]


    Achmad Firwany
    Administrator
    Administrator

    Male Banyak Posan : 147
    Poin : 2946
    Reputasi : 2
    Sejak : 01.08.09
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Profesi : IT Consultant

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Achmad Firwany on 2010-04-20, 09:01

    KAPAN QIAMAT?


    ... ... ... whaaa kkkaaaaa khaaaaaaakkkkkkkkk ... ... ... . . . . . . . . . . . . . . . . . .

    Boro-boro ngeramal kapan hari qiamat . . . manusia dgn ilmu dan teknologi modern saat ini msh blm bisa secara tepat atau pasti memprediksi kapan gempa tektonik akan terjadi . . . yg mana berdasarkan pd ayat Al Qur`an [ Q 36 : 28 - 29 ] justeru gempa tektonik inilah menjadi sebab utama qiamat di Bumi . . .

    . . . ramalan atau prekognisi itu bukan sains . . . sedangkan sains bekerja dgn prakiraan atau prediksi . . .

    Dan tak seorg pun tahu apa yg akan terjadi esok atau nanti . . . melainkan hanya menduga atau mengira . . . dan tinggallah mrk dgn prasangka sedemikian . . .

    . . .


    Lain drpd itu, perlu diketahui bbrp hal sbb.



    WAKTU BULAN VS WAKTU MENTARI

    (C) 2009-2010 — Achmad Firwany


    Allah melalui ayat-ayat Al Qur`an menetapkan perhitungan waktu berdasarkan pd pergerakan Bulan mengitari Bumi atau waqtu qomariyah (lunar time), bukan berdasarkan pd pergerakan Bumi mengitari Matahari atau waqtu syamsiyah (solar time), dimana waktu semesta (universal time) dihitung relativ thdp waktu bulan. Jadi almanak yg aci adalah almanak hijriyah atau islami, bukan kalendar masehi atau kristiani. Almanak hijriyah tak pernh sedikit pun mengalami perubahan, sementara kalendar masehi sdh lbh 3 kali diubah dan digeser permulaan tahunnya oleh campurtangan kekaisaran Romawi.

    Sedangkan kalender Indian Maya samasekali tak berbasis waktu bulan, tp berbasis waktu mentari. Sistem kalender suku Maya Aztec menetapkan 1 tahun = 18 bulan + 5 hari = 365 hari, dimana 1 bulan = 20 hari, dan 5 hari tambahan per tahun diberi nama tersendiri. Rangkum waktu 20 hari sebulan disebut unial, 18 bulan setahun dinamakan tun, dan 20 tahun dinamakan katun. Org Maya menghitung hari kalender mulai dari 0, bukan 1. Disamping itu Maya memiliki ukuran kurun waktu religius yg disebut tzolkin = 13 bulan = 260 hari. Bilangan tahun mentari dan tahun religius, yaitu tun dan tzolkin disiklus secara serentak dan paralel 52 kali hingga bertemu kembali pd satu hari sama. Dgn satuan ini mrk mereka mencatat persamaan matematik 52 x 365 = 73 x 260 hari atau 52 tun = 1 tzolkin.

    Bangsa Indian Maya tak meninggalkan sistem kalender syamsiyah yg sinkron dan mengarah ke sistem kalendar syamsiah Masehi yg kita gunakan sekarang, tp mewariskan prasasti yg menunjukan kemampuan kalkulasi matematika dan astronomi sangat tinggi pd masa itu, yg mana tlh mampu memprediksikan gerhana matahari dan gerhana bulan selama berabad lamanya.


    . . .


    BERDASARKAN PADA AL QUR`AN, ILMU DAN TEKNOLOGI :
    KAPAN QIAMAT BISA DIPERKIRAKAN, TAPI TAK DAPAT DIKETAHUI SECARA PASTI


    (C) 2009-2010 — Achmad Fiwany


    Berdasarkan Al Qur`an dan eksplorasi manusia, usia semesta kita saat ini diketahui sekitar 18 milyar thn lbh sedikit, terhitung sejak dentuman besar (big bang) [ Q 21 : 30 ]. Tepatnya berdasarkan pd Al Qur`an [ Q 22 : 47, 70 : 4 ] adalah 18.262.110.000 tahun [ berbasis kalkulasi waqtu qomariyah ], dan ini sesuai dgn angka komputasi kosmofisika dan hasil eksplorasi NASA (National Aero Space Administration), lembaga antarikasa AS.

    Usia Bumi tak lbh drpd 5 milyar thn, Matahari sekitar 6 milyar thn, dan Bima Sakti sekitar 16 milyar thn. Sesuai Al Qur`an dan pengetahuan manusia, ruang semesta akan terus mengalami ekspansi dan waktu semesta mengalami kontraksi [ Q 2 : 22, 13 : 2, 50 : 6, 51 : 47, 55 : 7, 79 : 27, 88 :18 ], dan akan berhenti ketika semesta mencapai usia sekitar 21 milyar thn, atau hampir 3 milyar tahun dari sekarang [ Q 7 : 54, 10 : 3, 11 : 7, 25 : 59, 32 : 4, 41 :9, 12, 50 : 38, 57 : 4 ], dimana secara fisik-matematik jarak ruang angkasa langit mencapai tak terhingga dan kurun waktu semesta adalah nol. Pada titik ruang-waktu inilah terjadi hari Qiamat.

    Estimasi komputasi ini sesuai dgn ayat Al Qur`an bahwa qiamat relativ sdh dekat [ Q 33 : 63 ], krn kurang drpd 3 milyar thn dibandingkan dgn usia semesta saat ini yg lbh drpd 18 milyar thn.

    Selanjutnya, terhitung sejak qiamat, ruang semesta akan mengalami kontraksi dan waktu semesta akan mengalami ekspansi [Q 30 : 11, 21 : 104 ]. Inilah periode alam akhirat yg akan berlangsung sekitar 21 milyar tahun sejak qiamat [ Q 3 : 133, 57 : 21, 39 : 74 ]. Periode alam akhirat segere berakhir ketika semesta mengalami kersik besar (big crunch) [ Q 55 : 26 – 27 ], dimana dimana secara fisik-matematik jarak ruang angkasa langit adalah nol dan kurun waktu semesta mencapai tak terhingga alias baqa. Sesuai Al Qur`an, seluruh semesta akan sirna [ Q 16 : 96, 28 : 88, 55 : 26 - 27] , kecuali Allah Maha Pencipta berkehendak lain sbg pemberian tiada putus [ Q 11 : 108, 16 : 96, 28 : 60, 42 : 36 ].

    Semua ini saya paparkan secara rinci dan ilmiah berdasarkan pd Al Qur`an, sains dan teknologi, dlm buku saya berjudul :

      PENCIPTAAN DAN PEMUSNAHAN SANG SEMESTA |
      CREATION AND ANNIHILATION OF THE UNIVERSE
    . . .

    Demikian semoga dpt dicerna dan membuka wawasan pemikiran anda . . .


    _________________________________________________

    (C) 2009-2010 — Achmad Firwany

    HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

    Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

    Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.



    ________________________________________


    Sponsored content

    Re: SAINS: Sistem Kalender Bumi: 20102 Qiamat? Kalkulasi Manusia Tak Pernah Bisa Presisi!

    Post by Sponsored content Today at 03:25


      Waktu sekarang 2016-12-11, 03:25